Abstract
Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah†karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya.Â
Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah†karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya.
References
Liye, Tere. 2021. Negeri Para Bedebah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Putra, Esha Tegar. 2012. “Reproduksi Teks dari Seni Rupa ke Puisi dalam Kumpulan Puisi Buli-buli Lima Kaki Karya Nirwan Dewanto, Kajian Intertekstualitasâ€. Skripsi. Universitas Andalas.
Sonia. 2019. “Ideologeme Cerita Rakyat Kuau dan Turu Gouk-goukâ€. Skripsi. Universitas Andalas.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Strukturalisme hingga Postrukturalisme Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Profil – Adhe M Massardi. https://m.merdeka.com/adhie-m-massardi/profil/ (diakses pada 6 November 2021).
Biografi Tere Liye https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/16762/05.4%20bab%204.pdf?seque ce=7&isAllowed=y (diakses pada 7 Desember 2021).
Enam Peristiwa Terpanas 2009. https://www.liputan6.com/news/read/256895/enam-peristiwa terpanas-2009 (diakses pada 4 Februari 2022).
Kilas Balik Kasus Bank Century. https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140716_bankcentury_101 (diakses pada 4 Februari 2022).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2022 Nur Ainun, Sudarmoko Sudarmoko, Zurmailis Zurmailis
