EGO SINTONIK TOKOH-TOKOH HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL INDONESIA MODERN

How to Cite

Bahardur, I. (2015). EGO SINTONIK TOKOH-TOKOH HOMOSEKSUAL DALAM NOVEL INDONESIA MODERN. Puitika, 11(1), 62–73. https://doi.org/10.25077/puitika.11.1.62--73.2015

Abstract

This research aimed to describe the human  sintonik ego problem with homosexual acts, especially the figure in modern Indonesian novel.  The data source  is novel Saman dan Larung by Ayu Utami, Nayla by Djenar Maesa Ayu, Dadaisme by Dewi Sartika, Tabula Rasa by Ratih Kumala, Lelaki Terindah By Andrei Aksana, Cermin Cinta by N. Riantiarno, and The Sweet Sins by Rangga Wirianto. The result showed that homosexual character; gay (homosexual male designation) and lesbians (homosexual women designation) in the novels are undergoing aberrant sexual activity and feel comfortable with that orientation. This figure are not in conflict with himself and not trying to change their orientation to be normal.

 

Key words: ego sintonik, homosexual, novel, character

 

ABSTRAK

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan ego sintonik manusia dengan perilaku homoseksual, khususnya tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel-novel Indonesia modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tokoh homoseksual, gay (sebutan homoseksual untuk laki-laki) dan lesbian (sebutan homoseksual untuk perempuan) dalam novel-novel yang menjadi sumber data memiliki ego sintonik. Orientasi seksual tokoh-tokoh tersebut menyimpang, yakni menyukai sesama jenis. Tokoh tersebut merasa nyaman dengan orientasi seksualnya, tidak berkonflik dengan dirinya, dan tidak berusaha mengubah orientasi seksualnya menjadi normal.

 

Kata kunci: ego sintonik, homoseksual, novel, tokoh

https://doi.org/10.25077/puitika.11.1.62--73.2015

References

Aksana, Andrei. 2006. Lelaki Terindah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ayu, Djenar Maesa. 2005. Nayla. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Boellstorff, Tom. 2005. Seksualitas dan Bangsa Indonesia (Terjemahan dari The Gay Archipelago). Inggris: Princeton University Press.

Endraswara, Suwardi. 2011. Metodologi Penelitian Sastra. Jakarta: Penerbit CAPS.

Junaidi Iskandar. 2012. Anomali Jiwa. Jogjakarta: Penerbit Andi.

Kartono, Kartini. 1985. Psikologi Abnormal. Bandung: Penerbit Alumni.

Kumala, Ratih. 2004. Tabula Rasa. Jakarta: Grassindo.

Oetomo, Dede. 2003. Membaca Suara Pada yang Bisu. Jogjakarta: Pustaka Marwa.

Putra, Rangga Wirianto. 2012. The Sweet Sins. Jogjakarta: DIVA Press.

Riantiarno, N. 2006. Cermin Merah. Jakarta: Gramedia Widia Sarana Indonesia.

Sartika, Dewi. 2004. Dadaisme. Jogjakarta: Mahatari.

Semiun, Yustinus. 2006. Teori Kepribadian dan Terapi Psikoanalitik Freud. Jogjakarta: Kanisus.

Supraktiknya, A. 1995. Mengenal Perilaku Abnormal. Jogjakarta. Kanisius.

Utami, Ayu. 2003. Saman. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Utami, Ayu. 2001. Larung. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Creative Commons License

Puitika publishes its articles under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, with copyright held by the author(s). This means anyone can copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate credit to the original author(s) and Puitika, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.

If accepted, authors will receive a Letter of Acceptence (LoA).