Abstract
Sebuah karya sastra mengenai warna lokal Minangkabau akan memperlihatkan setiap atau sebagian dari unsur masyarakat Minangkabau. Karya sastra prosa, seperti kumpulan cerpen yang memuat unsur lokalitas Minangkabau sedikit banyaknya memiliki muatan tentang persoalan sistem kemasyarakatan di Minangkabau. Sekurang-kurangnya, ada sikap dan cara pandang masyarakat setempat yang tergambar melalui penokohan atau latar cerita. Di antara persoalan keminangkabauan tersebut, terdapat beberapa hal lain, di antaranya kehidupan keluarga matrilineal yang besar, kehadiran mamak dengan tugasnya yang khusus dalam kehidupan suatu keluarga, bapak yang diabaikan (sebagai tamu), dan keinginan untuk merantau. Beberapa hal tersebut hadir dalam teks sastra mutakhir melalui polemik. Kehadiran beberapa unsur tertentu dalam karya sastra mutakhir memungkinkan adanya tegangan dan hubungan dengan realitas sosial, seperti sikap dan cara pandang. Unsur yang memungkinkan adanya tegangan dan hubungan dengan realitas sosial itu bukanlah suatu hal yang negatif dalam teks sastra. Justru, inilah yang memungkinkan terbentuknya kesan estetika. Pengarang yang menulis karya sastra berwarna lokal yang hadir dalam konteks kekinian, memiliki kesosialan dalam bentuk lain melalui unsur imajinatif dan proses kreatifnya. Hubungan unsur tersebut dengan realitas sosial tidak terbatas pada hal-hal yang bertanggung jawab untuk membentuk suatu pandangan dunia, unsur imajinatif dan kreatif dari penulisnya saja, tetapi juga kepada reaksi penulis atau tanggapan penulis terhadap kejadian yang terjadi di sekitarnya. Sementara, tugas penulis sastra yang berwarna lokal dalam sastra mutakhir menciptakan style baru guna menciptakan dunia sendiri dalam teks sastra. Setiap style menyarankan suatu interpretasi tertentu dari seorang pengarang.
Â
 Kata kunci: warna, lokal, Minangkabau, kesosialan, pengarang
References
Abrams, M.H. 1981. A Glossary of Literary Terms. New York: Holt, Rinehart, and Winston.
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ke-4). Jakarta: Balai Pustaka.
Hearty, Free. 2015. Perempuan dari Kuraitaji. Jakarta: Kosa Kata Kita.
Junus, Umar. 1984. Kaba dan Sistem Sosial Minangkabau: Suatu Problema Sosiologi Sastra. Jakarta: Balai Pustaka.
Kusmarwanti. 2008. “Warna Lokal Minangkabau dalam Karya Sastra Indonesiaâ€. Makalah Seminar PIBSI di Magelang.
Puitika publishes its articles under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, with copyright held by the author(s). This means anyone can copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate credit to the original author(s) and Puitika, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
If accepted, authors will receive a Letter of Acceptence (LoA).

