Abstract
Perbedaan fungsi gender menjadi pokok permasalahan yang digarap dalam karya tari “Rectoverso Keterbolakbalikan†ini, yaitu ketika peran fungsi gender mengalami ketimpangan yang mengakibatkan si pelaku menjadi perempuan maskulin dan laki-laki feminim. Laki-laki biasanya digambarkan dengan kemaskulinan atau kejantanan, perempuan biasanya digambarkan dengan kefeminiman, namun apabila konsep kedua tersebut saling dipertukarkan akan menjadi suatu permasalahan diri pribadi bagi si pelaku yang menderita hal tersebut. Adapun ketimpangan tersebut, menyebabkan si pelaku akan merasakan beberapa konflik yang terjadi dalam dirinya dalam menentukan identitasnya sehingga menyebabkan perbedaan karakter yang berbeda antara fisik atau tubuh dengan tingkah laku yang dijalaninya.
Dalam garapan karya tari “Rectoverso Keterbolakbalikan†ini, penggambaran perempuan yang maskulin dan laki-laki yang feminim  diusung sisi kehidupan lain dari sosok laki-laki dan perempuan. Laki-laki tidak hanya berperan sebagai sosok yang maskulin saja, sebaliknya perempuan tidak hanya feminim saja, tetapi dapat dipertukarkan dalam jangka waktu tertentu. Proses kehidupan berdampak besar pada prilaku seseorang dalam menentukan jati dirinya. Apabila semua itu bisa dipertukarkan kembali, si penderita akan meminta untuk menjadi laki-laki yang diganbarkan maskulin dan perempuan digambarkan feminim.
Karya tari “Rectoverso Keterbolakbalikan†ini berbentuk murni yang menampilkan beberapa cuplikan peristiwa atau adegan. Adapun metode yang dipakai dalam menciptakan karya tari ini ialah berdasarkan tahapan eksplorasi, improvisasi, dan tahap pembentukan yang dapat menghasilkan sebuah karya tari semi kontemporer dalam bentuk sajian murni.
Â
Kata Kunci: rectoverso, keterbolakbalikan, tari, kontemporer
References
Arthur, Nalan. 1996. Aspek Manusia dalam Seni Pertunjukan. Bandung: STSI Bandung.
Ben Shahn. 1960. The Shape of Content. Cambridge, Mass: Harvard University Press.
Cheney, Gay. 1989. Basic Concept in Modern Dance: A Creative Approach.
Ellfeld, Lois. 1971. A Primer For Choreographers. Palo Alto: Myfield Publishing Company.
Goodman H. Alan. “The Education of Taste, British Journal of Aestheticsâ€. Vol. 30. No. 2.
Hadi, Sutrisno. 2007. Metoda Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Hayes, Elizabeth R. 1964. Dance Composition and Production. New York: The Ronald Press Company.
Hawkins, M. Alma. 2003. Bergerak Menurut Kata Hati. Terjemahan I Wayan Dibia. Jakarta: MSPI.
Hendro Martono. 2008. Sekelumit Ruang Pentas: Modern dan Tradisi. Yogyakarta: Cipta Media.
Hollows, Joanne. 2010. Feminisme, Feminitas, dan Budaya Populer. Jalasutra.
Humphrey Doris. 1997. The Art of Making Dance. New York: Grove Press Inc.
Julia, Breman. 1997. Memadu Metode Penelitian Kualitatif & kuantitatif. Terjemahan.
Nuktaf Arfawie Kurde, Imam Safe’i, dan Noorhaidi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Martin, Jhon. 1947. Isadora Duncan and Basic Dance, dalam Paul Margill. ed. Isadora Duncan, New York: Rinerhart & Winston, Inc.
Meri, La. 1986. Dance Compocition, The Basic elemen, Terjemahan Soedarsono, Elemen-Elemen Dasar Komposisi Tari. Yogyakarta: Lagaligo.
Puitika publishes its articles under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, with copyright held by the author(s). This means anyone can copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate credit to the original author(s) and Puitika, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
If accepted, authors will receive a Letter of Acceptence (LoA).

