Abstract
Tulisan ini menjelaskan fenomena munculnya lagulagu Minang modern yang bertema bencana ini sebagai karya dari penciptanya dan juga konten-konten yang dimuat dalam lirik lagu tersebut. Untuk itu, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan datanya adalah melalui transkripsi dan pencatatan syair lagulagu Minang yang bertema bencana untuk kemudian dianalisis dengan pendekatan sosiologi sastra serta analisis konten. Berdasarkan analisis, lirik lagu Minang yang bertema bencana merupakan salah satu bentuk luapan perasaan dan pandangan pengarang terhadap bencana. Terutama sekali sebagai bagian dari masyarakat yang terdampak secara langsung. Ada pun muatan yang terdapat dalam lirik lagu tersebut antara lain gambaran peristiwa, waktu, serta pesan terhadap masyarakat pendengar atau penikmat lagu.References
Endraswara, Suwardi. 2011. Metodologi Penelitian Sastra; Epistemologi, Model,
Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS.
Navis, A. A. 1984. Alam Terkembang Jadi Guru. Jakarta: Grafiti.
Rasyid, Fachrul. 2012. “Aneh, Bencana Dulu Rencana Kemudianâ€. Artikel
Haluan 2 Agustus 2012.
Ratna, Nyoman Kutha. 2002. Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Reid, Anthony. 2010. Sumatera Tempo Doeloe; Dari Marco Polo sampai Tan
Malaka. Jakarta: Komunitas Bambu.
Suryadi. 2010. “The Impact of the West Sumatran Regional Recording Industry
on Minangkabau Oral Literature†dalam Jurnal Wacana Vol.12 No.1.
April 2010, Depok.
Suryadi. 2011. “Industri Rekaman Sumatera Barat dan Upaya Menjaga Pop
Minang†dalam Harian Haluan 3 Februari 2011.
Taher, Agus. 2015 “Proses Kreativ dalam Lagu Minang dalam Perspektif Budaya
dan Senimanâ€, bahan Kuliah Umum FIB UNAND, 18 November 2015.
Taher, Agus. 2016. Perjalanan Panjang Musik Minang Modern. Cirebon: LovRinz
Publishing.
Puitika publishes its articles under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, with copyright held by the author(s). This means anyone can copy, transform, or redistribute articles for any lawful purpose in any medium, provided they give appropriate credit to the original author(s) and Puitika, link to the license, indicate if changes were made, and redistribute any derivative work under the same license.
If accepted, authors will receive a Letter of Acceptence (LoA).

