Abstract
Penguasaan kalimat aktif verbatif merupakan fondasi krusial bagi penutur asli bahasa Indonesia dalam mencapai kemahiran berkomunikasi di kancah global. Namun, perbedaan tipologis antarbahasa sering kali memicu hambatan akuisisi akibat interferensi struktur bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan fungsional serta struktural pada konstruksi kalimat aktif verbatif dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Korea melalui kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif, data penelitian berupa constructed parallel data yang dianalisis menggunakan metode padan translasional dan metode distribusional untuk membedah sistem transitivitas (process, participant, circumstance). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan fungsi semantis yang universal pada pola actor–process: material–goal pada keempat bahasa. Perbedaan signifikan ditemukan pada tingkat realisasi gramatikal: bahasa Indonesia dan Inggris cenderung mengandalkan strategi linear (SVO), sedangkan bahasa Arab dan Korea bergantung pada strategi morfologis melalui infleksi (VSO/SVO) dan partikel kasus (SOV). Temuan ini menegaskan bahwa fleksibilitas distribusi unsur kalimat sangat dipengaruhi oleh kekuatan penandaan morfologis masing-masing bahasa. Secara praktis, penelitian ini memberikan landasan bagi pendidik bahasa untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis kesadaran kontrastif guna memitigasi kesalahan struktur pada pembelajar bahasa asing.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c) 2026 Ulil Amri, Aprilia Kartika Putri, Siti Fitriah, Syafitri Ramadhani, Lailatul Husna, Zubaidah zubaidah

